Jatuh dan Berdarah? Ini Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan
Jakarta, CNN Indonesia -- Terpeleset di kamar mandi, terjatuh saat beraktivitas, atau terbentur benda keras bisa terjadi kapan saja. Dalam situasi seperti ini, panik sering menjadi respons pertama. Padahal, yang paling dibutuhkan justru tindakan cepat dan tepat.
Perdarahan akibat benturan, baik ringan maupun berat, perlu ditangani dengan benar sejak awal. Langkah sederhana seperti menekan luka bisa menjadi penentu penting untuk mencegah kondisi memburuk.
Berikut langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat mengalami atau melihat orang lain mengalami perdarahan:
1. Pastikan kondisi sekitar aman
Sebelum menolong, pastikan lokasi kejadian aman. Misalnya, jika terjadi di kamar mandi yang licin, segera bantu korban berpindah atau amankan posisinya agar tidak jatuh kembali. Jika korban tampak linglung, muntah, atau sempat pingsan, kondisi ini perlu diwaspadai sebagai cedera yang lebih serius.
2. Tekan langsung luka yang berdarah
Langkah paling penting adalah menekan area yang berdarah menggunakan kain bersih atau kasa. Metode ini dikenal sebagai direct pressure dan menjadi prinsip utama dalam penanganan perdarahan luar. Tekanan yang konsisten membantu menghentikan aliran darah dan memberi waktu bagi tubuh untuk membentuk pembekuan alami.
3. Jangan sering membuka balutan
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah membuka balutan untuk mengecek luka. Tindakan ini justru bisa mengganggu proses pembekuan darah. Jika darah masih merembes, cukup tambahkan lapisan kain atau kasa di atasnya, lalu lanjutkan tekanan tanpa melepas balutan awal.
4. Tinggikan bagian yang terluka
Jika memungkinkan, angkat bagian tubuh yang terluka lebih tinggi dari posisi jantung, terutama pada luka di tangan atau kaki. Langkah ini dapat membantu mengurangi aliran darah ke area tersebut. Namun, jangan dilakukan jika ada dugaan patah tulang atau nyeri yang sangat hebat.
5. Bersihkan luka setelah perdarahan berhenti
Untuk luka ringan, setelah perdarahan berhenti, bilas luka dengan air mengalir untuk mengurangi risiko infeksi. Setelah itu, tutup dengan kasa atau perban bersih agar tetap terlindungi.